Kamis, 28 Juni 2012

“SERUNI” PAGUYUBAN PARA BURUH MIGRAN


“SERUNI”
PAGUYUBAN PARA BURUH MIGRAN
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Hubungan Manusia dalam organisasi







Disusun Oleh :
    
Rosawati (F1B010001)


 Erna Fitriyani S.(F1B010019)

















 Anung Anindhita Ika Rahmatika    (F1B010045)

Rofiqoh Retno Wijihastuti (F1B010071)













Nina Kurniawati (F1B010115)






























Universitas jenderal soedirman
fakultas ilmu sosial dan ilmu politik
jurusan ilmu administrasi negara
2012
******

“SERUNI”
PAGUYUBAN PARA BURUH MIGRAN
A.    Latar Belakang
Dalam tugas mata kuliah Hubungan Manusia Dalam Orgnisasi ini kami mengambil permasalahan mengenai Organisasi TKI Buruh Migran atau orang sekitar sering menyebutnya dengan Paguyuban Buruh Migran. Kami tertarik untuk mengangkat permasalahan buruh migran kerena organisasi ini berbentuk informal dan eksistensinya tidak terlalu diekspos media. Selain itu organisasi ini membantu para buruh migran yang  bekerja di luar negeri  yang memiliki masalah.
Kenyataan pada saat ini negara memang belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan di dalam negeri. Negara dapat dikatakan gagal dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga negara sehingga menyebabkan banyak  warga negara Indonesia sendiri yang ingin mengadu nasib ke luar negeri. Ada yang ilegal dan legal. Karena persyaratan yang rumit dan mahal, banyak pula para calon TKI yang memilih jalan yang ilegal. Carut marut dunia perburuh-migranan Indonesia memunculkan organisasi-organisasi perjuangan buruh di berbagai daerah.
 Salah satu organisasi yang peduli dengan nasib para buruh migran yaitu paguyuban “Seruni”. Organisasi Seruni berdiri pada tanggal 11 Juni 2008. Organisasi ini didirikan oleh seorang mantan buruh migran yang pernah bekerja di Negara Hongkong. Beliau bernama Lili Purwati. Saudara Lili pernah bekerja menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di Hongkong selama tujuh bulan. Kemudian kembali lagi ke Indonesia karena ada masalah tertentu dan akhirnya mengilhami dirinnya untuk mendirikan sebuah paguyubuan dengan komunitas para  mantan buruh migran. LSM Seruni ini berada di Desa Datar RT 01 RW 03 Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
B.     Bentuk dan Urgensi Organisasi
Organisasi Seruni paguyuban peduli buruh migran dan perempuan yang kami teliti adalah organisasi informal yang memiliki urgensi sebagai pusat informasi Buruh Migran Indonesia, konseling dan pendampingan bagi Buruh Migran Indonesia, pengorganisasian serta peningkatan kapasitasnya. 
Seruni “Paguyuban peduli buruh migran dan perempuan” didirikan atas inisiatif para mantan buruh migran, keluarga buruh migran, dan masyarakat yang peduli terhadap persoalan buruh migran dan perempuan. Alasan SERUNI dibentuk didasari oleh rasa keprihatinan akan berbagai masalah yang menimpa buruh migran dan keluarganya serta perempuan yang seolah tiada henti dan memang tiada henti.
C.    Sifat Keanggotaan
Sifat keanggotaan Seruni sendiri adalah tidak terikat, artinya siapa saja bisa bergabung dan berpatisipasi dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia Buruh Migran Indonesia dan Perempuan.
Anggota Seruni bisa merupakan calon buruh migran, buruh migran, maupun mantan buruh migran. Seruni juga memiliki beberapa kegiatan yang dapat memberdayakan para anggotanya.
D.    Struktur Organisasi
SERUNI




E.     Visi, Misi, Tujuan, dan Program Kerja Organisasi
Ø  Visi Seruni :
Terciptanya perubahan pola pikir masyarakat agar menjadi lebih kritis, mandiri, dan dapat melakukan swabela.
Ø  Misi Seruni :
1.      Sebagai tempat untuk memupuk solidaritas dan persatuan buruh migran dan perempuan.
2.      Ikut berpartisipasi dalam pembentukan kepribadian.
Ø  Paguyuban Seruni mempunyai tujuan :
1.      Sebagai wadah perhimpunan calon buruh migran yang peduli terhadap buruh migran dan perempuan.
2.      Meningktan kapasitas calon buruh migran, mantan buruh migran, dan anggota keluarganya.
3.      Menumbuhkan kesadaran kritis masyarakat khususnya perempuan dan buruh migran.
4.      Memberikan informasi tentang cara bermigrasi yang benar, aman, dan mandiri.
5.      Sebagai tempat pelatihan dan pengembangan potensi dalam berorganisasi.
6.      Memberikan pendamping/konseling terhadap perempuan, calon buruh migran, mantan buruh migran, dan keluarga buruh migran yang bermasalah.
7.      Membantu mempersiapkan keterampilan disesuaikan minta dan bakat untuk mendorong peningkatan kesejahtaraan taraf hidup perekonomian.
Ø  Seruni memiliki program kerja sebagai berikut :
1.      Bekerjasama dengan instansi terkait, akademisi, dan elemen masyarakat luas untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi tentang BMI/TKI.
2.      Mengadakan pelatihan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas SDM (pengorganisasian, public speaking, komputer, dan bahasa inggris).
3.      Mengadakan pelatihan pelatihan keterampilan guna meningkatkan taraf hidup dalam perekonomian.
4.      Membangun dan mengembangkan jaringan kerja di dalam maupun di luar negeri.
5.      Mengupayakan perlindungan terhadap buruh migran dan perempuan.
F.     Jenis Kegiatan Organisasi
Yang telah dan akan dilakukan SERUNI :
  • Pengorganisasian
  • Pendampingan kasus
  • Sosialisasi (penyebaran informasi tentang buruh migran dan perempuan)
  • Membangun jaringan kerja di dalam negeri dan di luar negeri.
  • Mengadakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM.
  • Mendirikan Community Technology Center (CTC)*.
  • Mengikuti seminar, workshop, pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh pemerintah pusat serta daerah dan lembaga non pemerintah.
  • Mengadakan pelatihan keterampilan.
*CTC (Community Technology Centre) adalah program pengenalan teknoologi informasi kepada komunitas, khususnya mantan BMI, calon BMI, dan keluarga BMI.
Banyumas sebagai basis buruh migran atau yang dikenal dengan istilah TKI, oleh karena itu kebutuhan akan akses teknologi informasi sudah mulai terasa. Paling tidak jarak yang dipisahkan lautan bisa dijembatani lewat komunikasi yang bisa diakses dengan harga murah melalui teknologi informasi. Dengan internet, informasi tersebut bisa diakses secara mudah, murah, dan fleksibel, tidak perlu menunggu adanya sosialisasi dari pihak-pihak tertentu yang mempunyai dana anggaran.
CTC SERUNI memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi kelompok potensial calon buruh migran agar memiliki banyak pilihan dalam menentukan pekerjaannya. Selain itu, jika kelompok ini tetap memutuskan menjadi buruh migran akan memiliki daya saing dan daya tawar yang kuat (competitive advantage) yang berdampak positif bagi tingkat kesejahteraannya. Menciptakan peluang kerja baru bagi para mantan buruh migran usia produktif untuk membangun perekonomian keluarga secara mandiri di desanya tanpa harus bergantung peluang kerja di luar negeri. Program CTC merupakan hasil kerjasama dan dukungan dari PT. Microsoft Indonesia dan Yayasan Tifa. CTC dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet, scanner, dan printer.
G.    Fenomena yang Menarik
 Fenomena yang menarik adalah SERUNI memperjuangkan usulan agar anggaran TKI ditambah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas melalui fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), SERUNI senantiasa menyambangi desa-desa di kantor buruh migran, terutama di Kabupaten Banyumas. Banyak hal menarik setiap kali bertatap muka dengan warga, baik itu mantan BMI maupun keluarga BMI; Paguyuban Perlindungan Buruh Migran dan Perempuan SERUNI Banyumas melakukan koordinasi dengan pelbagai pihak guna menanganani kasus Admini, TKI asal Banyumas yang putus kontak dengan keluarga selama 9 tahun;  Ada 21 kasus Buruh Migran Indonesia (BMI) Banyumas yang masuk Paguyuban Peduli Buruh Migran dan Perempuan SERUNI sepanjang tahun 2011. Dari 21 kasus tersebut, terbagi menjadi tiga macam kasus yaitu gaji tidak dibayar, meninggal dunia, dan hilang kontak.
Paguyuban Seruni juga melakukan pemberdayaan bagi para anggotanya dengan memberikan beberapa keterampilan, seperti keterampilan membuat keset, menggunakan komputer, dan lain sebagainya. Meskipun banyak keterampilan yang diajarkan, namun keterampilan yang hingga sekarang terus berkembang adalah pembuatan keset. Keset-keset hasil kerajinan tersebut akan dijual ke beberapa minimarket (seperti HERO, purwokerto). Bahkan Seruni juga sempat mendapat tawaran eksport keset ke Australia. Sayangnya, tawaran tersebut belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan waktu, tenaga, dan keahlian. Australia menghendaki eksport 200 buah keset per minggu, sedangkan seruni baru mampu membuat kurang lebih 10 keset dalam seminggu.
Untuk para calon buruh migran yang ingin bekerja di luar negeri, Seruni juga memberikan pengarahan tentang kondisi negara yang ingin dikunjungi, dan juga dapat mengajarkan bahasa sehari-hari yang digunakan di negara tujuan. Hal tersebut tentunya akan sangat bermanfaat apabila calon buruh migrant tersebut berada di negara tujuannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar